Universitas Dharma Wacana – 4 September 2026
Universitas Dharma Wacana melaksanakan kegiatan pengisian materi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Dharma Wacana Tahun Akademik 2026/2027, pada Jumat, 4 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Dharma Wacana dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Materi PPKPT disampaikan oleh Ayu Meidita Christiani, Ns., S.Kep., M.Kep., selaku Ketua SATGAS PPKPT Universitas Dharma Wacana. Dalam penyampaiannya, mahasiswa baru diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali bentuk-bentuk kekerasan, melakukan pencegahan, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami atau melihat kejadian kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Bu Ayu menjelaskan bahwa pemahaman mengenai PPKPT penting diberikan sejak mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi.
“Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024, terdapat enam bentuk kekerasan yang perlu kita pahami bersama. Dengan memahami bentuk-bentuk kekerasan tersebut, kita dapat lebih waspada, mampu melakukan pencegahan, dan berani mengambil sikap apabila mengalami atau melihat adanya kekerasan di lingkungan perguruan tinggi,” ujar Ayu Meidita Christiani, Ns., S.Kep., M.Kep.
Melalui materi yang diberikan, mahasiswa baru diajak untuk membangun kesadaran bahwa pencegahan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama. Lingkungan kampus yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak universitas, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh warga perguruan tinggi, termasuk mahasiswa.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan keberadaan SATGAS PPKPT Universitas Dharma Wacana serta perannya dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus.
Selain itu, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya berani melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya kejadian kekerasan. Dengan adanya mekanisme pelaporan, diharapkan setiap warga kampus tidak merasa takut atau ragu untuk menyampaikan kejadian yang dialami maupun diketahui.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan kampus sekaligus membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi saling menghormati, kepedulian, keamanan, dan perlindungan terhadap seluruh warga perguruan tinggi.
Dalam sesi foto tersebut, para peserta menunjukkan gestur tangan terbuka sebagai simbol “STOP KEKERASAN”. Gestur tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan dan turut menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman.
Sesi foto bersama menjadi penutup yang penuh semangat sekaligus menguatkan pesan bahwa pencegahan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui kegiatan ini, Universitas Dharma Wacana menegaskan komitmennya untuk terus membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.



